Sayang Petani

Analisis Data Ilmu Usahatani

Posted on: Juni 16, 2011

Untuk mengolah data, perlu diketahui beberapa analisa, baik analisa pendapatan maupun analisa biaya yang dapat membantu kita memperoleh hasil perhitungan yang menggambarkan produksi dari hasil pertanian responden.

Nilai Penyusutan Alat (NPA), merupakan nilai yang terdapat pada suatu alat dengan melihat harga awal dari barang tersebut, harga akhir, lama pemakaian, dan jumlah barang tersebut.

Nilai Penyusutan Alat

Biaya Penyusutan Alat (BPA), merupakan biaya yang terdapat pada suatu alat dengan melihat nilai produksi cabang usahatani, total nilai produksi dan nilai penyusutan alat.

Biaya Penyusutan AlatHari Orang Kerja (HOK), menghitung banyaknya biaya yang harus dibayar untuk tenaga kerja yang digunakan selama satu musim tanam. Baik itu pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan dan saat panennya.

Hari Orang Kerja (HOK)

 Keterangan:
Variabel pria                     = 1
Variabel wanita                = 0,7
Variabel anak-anak         = 0,3
Variabel mesin                 = 3

B/C Ratio, merupakan alat analisa untuk mengukur tingkat keuntungan teknologi baru di dalam proses produksi usahatani.

BC RatioKeterangan:
TR1   =   Pendapatan cabang usahatani I
TR2   =   Pendapatan cabang usahatani II
TC1   =    Biaya untuk cabang usahatani I
TC2   =    Biaya untuk cabang usahatani II

Kriteria:
B/C Ratio > 0, usahatani menguntungkan
B/C Ratio < 0, usahatani tidak menguntungkan
B/C Ratio = 0, usahatani impas

R/C Ratio, merupakan alat analisa untuk mengukur biaya dari suatu produksi.

RC Ratio

Kriteria:
R/C Ratio > 1, usahatani layak dikembangkan
R/C Ratio < 1, usahatani tidak layak dikembangkan
R/C Ratio = 1, usahatani impas.

Partial Budget, analisa yang digunakan untuk melihat atau menghitung jumlah keuntungan atau kerugian nominal akibat peralihan cabang usahatani yang dikelola ataukah ada atau tidaknya perubahan peralatan atau teknologi yang dipakai.

PB  =  (A + B)  ……..  (C + D)

Keterangan:
A  =   Biaya produksi cabang usahatani II
B   =   Penerimaan cabang usahatani I
C   =   Biaya produksi cabang usahatani I
D  =   Penerimaan cabang usahatani II

Kriteria :
(A + B)  > (C + D), usahatani menguntungkan.
(A + B)  > (C + D), usahatani tidak menguntungkan.
(A + B)  > (C + D), usahatani impas.

Baca Juga :   Pengertian Gross Output dan Gross Margin

       Net Farm Income dan Farm Enterprice Profit

2 Tanggapan to "Analisis Data Ilmu Usahatani"

bang, tinjauan pustakanya ada gak bang….??

Saran: Akan lebih baik jika diberi Daftar Pustaka / Sumber Referensi. Agar dapat dipertanggungjawabkan dan dapat membantu teman-teman kita untuk membaca bukunya lebih paripurna. Thanx…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat emaill Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

Arsip Petani

Petani Tweet

Petani Stats

  • 142,631 Kunjungan Petani
%d blogger menyukai ini: