Sayang Petani

Pemerintah : Solusi atau Masalah?

Posted on: April 10, 2011

Yah ini bagian akhir dari tulisan saya sebelumnya. Kali ini saya akan membahas tentang peranan pemerintah dari sepengetahuan saya. Mohon ditambahkan jika ada pengetahuan lain dari pembaca sekalian. Langsung aja yaa. Pemerintah menurut saya berdiri dan berpihak kepada petani karena pemerintah selalu mengupayakan dan mengusahakan terobosan-terobosan terbaru dalam dunia pertanian, namun cuman petani yang biasanya susah menerima dan perlu waktu yang lama untuk membujuknya. Pemerintah juga sering memberikan bantuan kepada petani seperti BLBU (Bantuan Langsung Benih Unggul), Pupuk bersubsidi, Jaminan Pasar, Kredit Petani, PUAP, Penyuluhan pertaninan dengan Metode FMA, dll.

Petani sangat mengharapkan bantuan pemerintah dan berterimakasih karena pemerintah telah memberikan jaminan bahwa produksi beras petani akan dibeli oleh BULOG. Petani juga dimanjakan dengan pupuk bersubsidi dan biasanya juga ada bantuan pupuk kepada petani. Lain lagi dengan PUAP, dimana sebuah gabungan kelompok tani (GAPOKTAN) diberikan bantuan modal sebesar 100 juta rupiah. Petani juga diharapkan partisipasi secara aktif dapat mengenali potensi desa dan potensi diri petani dengan adanya sebuah metode Farmer Managed Extension Activity (FMA). Dalam metode tersebut, penyuluhan pertanian yang biasanya top down diubah menjadi bottom up dalam artian kasarnya menurut saya adalah pemerintah ingin mengetahui apa sih maunya petani agar dia bisa mengembangkan potensi diri dan potensi desanya.

Nah, itu adalah sebagian dari beberapa solusi yang diberikan oleh pemerintah kita. Namun, semua tu tidak berjalan lancar karena ada saja masalah teknis yang terjadi di lapangan. Seperti bantuan benih yang biasanya disalahgunakan oleh sebagian pihak karena bantuan benih ini merupakan pembagian langsung dari pemerintah atau gratis, tapi ternyata ada yang kedapatan memperjualbelikan benih gratis tersebut. Bantuan benih ini juga biasanya telat datang ke petani karena benih ini baru datang setelah petani sudah menanam benih yang dibeli oleh petani atau dari budidaya benih petani sendiri. BULOG sendiri juga kadang dipermasalahkan petani karena biasanya gabah/beras petani ditolak oleh BULOG karena kualitasnya dibawah standar yang ditetapkan. Siapa dong yang salah klo beras petani ditolak oleh BULOG? kan katanya pemerintah memberikan jaminan pasar atau petani yang salah karena tidak menerapkan anjuran pemerintah atau gara-gara petani tidak mendapatkan bantuan benih unggul?

Masih banyaklah yang mesti diperbaiki, baik dari pihak petani maupun pemerintah. Petani harus lebih berpartisipasi dan lebih memiliki pemikiran untuk maju dengan tidak menolak atau tidak mengikuti terobosan pemerintah (tergantung dari si petani lagi, tapi jika udah ada buktinya (demplot) bisa meningkatkan produksi, lebih baik sih petani ikuti aja). Pemerintah sendiri harus lebih mengawasi jalannya pemberian bantuan kepada petani karena jangan sampai salah sasaran atau bantuan yang tidak jelas peruntukannya. Lebih bagus lagi kalau pemerintah lebih menjamin prosedur penyaluran pupuk bersubsidi dan mengintensifkan anjuran memakai pupuk organik. Petani pasti bisa menjadi lebih baik lagi jika komunikasi dan kerjasama antara pemerintah dan petani lebih dimaksimalkan lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat emaill Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

Arsip Petani

Petani Tweet

Petani Stats

  • 142,631 Kunjungan Petani
%d blogger menyukai ini: