Sayang Petani

Metamorfosis Petani

Posted on: April 7, 2011

Ini lanjutan tulisan pertama saya yang berjudul Izinkan Petani Menjadi Kaya. Dimana, pada tulisan tersebut disebutkan beberapa alasan mengapa petani kebanyakan hidup dalam kemiskinan. Nah, salah satu yang membuat petani itu belum terangkat harkat kehidupannya karena petani itu sendiri. Bukan maksud saya untuk menyalahkan petani, tapi menurut saya memang bagitu adanya. Hal ini dikarenakan petani biasanya enggan atau susah menerima hal-ha baru dalam dunia pertanian saat ini. Padahal, semua orang harus menyesuaikan diri dengan jaman sekarang dan meninggalkan hal-hal yang tidak relevan lagi pada saat ini.

Dulu petani menanam padi tidak menggunakan pupuk karena menurut mereka dapat merusak tanaman. Pikiran petani pada saat ini memang benar adanya karena unsur hara yang terkandung pada lahan petani memang masih melimpah. Akan tetapi, lama kelamaan produksi petani makin menurun, dan pemerintah memberikan bantuan pupuk untuk menambah unsur hara tanah. Waktu itu, dibutuhkan proses yang cukup lama untuk meyakinkan petani agar memakai pupuk sampai akhirnya petani berkenan. Dan, hasilnya produksi padi semakin meningkat sehingga petani baru mempercayai manfaat dari pupuk tersebut. Sekarang, berbalik keinginan pemerintah untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia karena dengan penggunaan pupuk dapat merusak tanah. Dan, lagi-lagi petani mati-matian untuk tidak ingin mengurangi penggunaan pupuk kimia bahkan mereka ingin penyaluran pupuk diperbaiki agar petani mendapatkan pupuk sesuai jenis dan kebutuhannya. Padahal sekarang kan lagi ngetren tuh save our earth dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan mengganti atau mencampur sebahagian dengan pupuk organik dalam rangka menggalakkan program pemerintah dalam rangka pertanian organik.

Saya sih setuju aja ma petani, klo saat ini memang masih susah untuk menggunakan 100% pupuk organik karena ketergantungan petani masih besar terhadap pupuk kimia macam Urea, Za dan KCl. Saya lebih setuju klo masih dicampur/mix antara pupuk organik dan anorganik karena semua butuh proses. Yang menjadi permasalahan jika petani tidak ingin bahkan keberatan untuk menggunakan pupuk organik. Oleh karena itu, dibutuhkan waktu untuk lagi-lagi meyakinkan petani (petani makin bingung pastinya, karena dulu mereka disuruk pakai pupuk kimia untuk meningkatkan produksi, sekarang malah disuruh mengurangi bahkan menggantinya dengan pupuk lain yang bernama pupuk organik, padahal sama-sama pupuk cuman namanya aja yang beda). Ini baru masalah pupuk yang saya bahas, belum lagi masalah jarak tanam, varietas, pestisida, dan masih banyak terobosan lain yang belum dimaksimalkan oleh sebagian petani kita.

Solusinya itu cuman satu, yaitu metamorfosis petani atau petani harus berubah menerima keadaan sekarang layaknya metamorfosis kupu-kupu dimana dibutuhkan beberapa proses mulai dari bertelur sampai jadi kupu-kupu yang cantik dan terbang bebas. Petani harus berani mengambil keputusan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi sekarang dan bisa menerima segala sesuatu yang memberikan manfaat lebih terhadap peningkatan produksi dan pendapatan petani. Cuman yang perlu jadi perhatian dan harus diketahui semua pihak adalah perubahan petani harus disertai denga pendampingan dan contoh/teknis yang jelas karena baik petani bahkan semua orang akan langsung setuju terhadap suatu perubahan jika mereka melihat sendiri perubahan itu memberikan manfaat dan keuntungan yang lebih daripada kita mempertahankan sesuatu yang belum atau tidak memberikan keuntungan. Intinya petani harus mendaptkan jaminan dari pemerintah dan siap membantu segala keperluan petani untuk bisa mengangkat derajat hidup petani saat ini. Petaniku sayang petaniku malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Masukkan alamat emaill Anda untuk berlangganan blog ini dan menerima pemberitahuan tulisan-tulisan baru melalui email.

Bergabunglah dengan 18 pengikut lainnya

Arsip Petani

Petani Tweet

Petani Stats

  • 142,631 Kunjungan Petani
%d blogger menyukai ini: